Selasa, 30 Juli 2013

Menikah di Bulan Sura? Kenapa Tidak

Hai Bro

Bertemu lagi dengan saya yang masih menjdi blogger seumur jagung ini #hehe.
kali ini saya akan membahas sebuah artikel ringan yang sekedar hanya untuk saling berbagi opini yang sudah lama ada di masyarakat.

Iseng-iseng baca surat kabar kompas dan ada secuil opini tentang keuntungan menikah di bulan sura.

oke, cekidott



saat kita memasuki bulan muharam atau sura dalam istilah orang Jawa, selama ini berkembang mitos bahwa Surai identik dengan bulan yang penuh musibah, bencana, kesialan, bulan keramat,dan sangat sakral #ada juga gan film malam satu suro. Tak heran banyak yang takut menghelat hajatan, nikah, khitan, atau lainnya..

Sebaliknya, Besar atau Zulhijah dinilai sebagai bulan baik buat menikah. Kadang penghulu KUA sampai kewalahan. Apalagi kalau tanggalnya cantik macam 10 November 2012 (10-11-12). Dalam sehari, satu petugas KUA bisa menikahkan enam sampai tujuh pasangan.


Pada dasarnya, semua bulan dan semua hari itu baik, dalam sejarah islam, Bulan Muharam menunjukkan keberhasilan-kenberhasilan para nabi. Di antaranya, nabi Ibrahim yang selamat dari bara api yang dibaar oleh raja Namrud. Kemudian, Nabi Isa selamat dari kejaran kaum Yahudi. Pada bulan tersebut, nabi Musa selamat dari kejaran raja Firaun. Nabi Yunus pun selamat dari ikan yang memakannya.

Karena itu, yang ingin menikah pada bulan Sura jangan takut. Kalau anda yakin dan mantap bahwa semua hari adalah baik, insya Allah tidak akan ada masalah yang merintanginya.


Justru kalau bro n sista yang akan menikah di bulan sura Saingannya tidak banyak broo. Sebab sewa gedung mudah, cari rias pengantin longgar, dan sewa dengan korasi pun mudah. Bisa jadi Sumbangan juga akan lebih besar karena tidak terbagi dengan pernikahan lain, hehehehhee.

So, nikah di bulan sura?? kenapa tidak

2 komentar:

Nico Agung Wijaya mengatakan...

hahaha.. ternyata biar irit biaya ya? saya setuju menikah pd hari/bulan apapun itu gpp dlm islam hehe

Riska Prastyawan mengatakan...

yupss, sipp gan