Senin, 02 September 2013

7 Anggapan Yang Salah Dari Pemilik Motor



Assalamualaikum Wr Wb.

Hai bro n sist..

Motor merupakan alat transportasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat di Negara kita bro sist. Dari jutaan pemilik sepeda motor, tentunya ada jutaan pula cara dari mereka untuk merawat kendaraan kesayangannya.
But, ada beberapa kesaamaan anggapan diantara para rider yang mungkin menurut mereka benar, tetapi sebenarnya keliru.


Well, mari kita bahas beberapa anggapan atau persepsi yang keliru dari pemilik motor

1. Memakai Alarm Bikin Aki Tekor
Aksi pencurian terhadap motor kini semakin canggih. Untuk itu, pemilik memang harus lebih waspada dalam menjaga kendaraannya. Tidak ada salahnya jika pemilik kendaraan bermotor melengkapi kendaraannya dengan Alarm yang diharapkan agar bisa aman dari ulah pencuri. Tapi, banyak dari mereka yang beranggapan bahwa memasang alarm bikin aki menjadi cepat tekor walaupun sebenarnya itu adalah salah satu anggapan yang salah. Karena, sebenarnya pemakaian arus listrk pada saat alarm sedang aktif tidak lebih besar dari jam digital karena daya yang dibutuhkan hanya sekitar 0,06 ampere dan jika motor ditinggal dalam waktu lama tidak akan membuat aki tekor bro n sist. Aki akan menjadi boros apabila alarm sering berbunyi, kemungkinan lain adalah sirine dibunyikan dalam waktu yang lama. Dan apabila pemasangannya hati-hati, cermat memilih bengkel yang kompeten, dan pemasangan yang sesuai dengan petunjuk yang diberikan pabriknya pasti tidak ada yang namanya aki mudah tekor karena pemasangan alarm.

2. Memakai Pertamax akan membuat motor jadi irit dan  lebih kencang
http://3.bp.blogspot.com/_8X6KWZXV4NM/TSvAaNtNx9I/AAAAAAAAA6o/ao6rI2kOOHA/s320/Foto%2BPertamax-735117.jpg

buat agan-agan yang suka surfing dan blogwalking, pastinya sudah tahu benar mana yang harus memakai pertamax ataupun yang memakai premium. Tapi tidak untuk masyarakat awam yang mayoritas kurang pengetahauan dalam dunia informasi dan komunikasi. Banyak yang beranggapan bahwa memakai pertamax dapat membuat motor menjadi irit bahan bakar dan membuat larinya semakin kencang yang sebenarnya penggunaan jenis bahan bakar yang dianjurkan adalah tergantung spek mesin yang dikeluarkan tiap pabrikan, biasanya menggunakan hitungan kompresi, missal kompresi 1:10 kebawah masih aman menggunakan premium, sedangkan kompresi 1 :11 keatas diharuskan memakai pertamax atau juga pertamax plus. Bahkan Ninja 150RR saja masih aman menggunakan premium kok, lhawong kompresinya hanya sekitar 1:7’an #koreksi jika salah gan.. So, silahkan lihat kembali spek mesin kendaraan anda.
 3. Motor Baru tidak boleh ngebut atau boncengan?

Pernahkan agan agan sekalian menjumpai sebuah motor baru yang oleh pemiliknya melarangnya buat berboncengan?? Kalau saya pernah. Sebenarnya mengendarai motor baru sah sah saja memacunya dalam kecepatan tinggi asal dilakukan secara halus atau dengan kata lain tidak ugal-ugalan/spontan. Sebenarnya, dalam masa inreyen yang baik adalah system pelumasannya. Karena mesin motor masih baru, maka masih banyak gesekan-gesekan sisa komponen material yang ada di dalam mesin, dan cara yang terbaik dalam masa inreyen ini adalah dengan melakukan penggantian oli mesin secara berkala, sekitar 500km sekali atau juga boleh kurang

4. Memanasi Mesin terlalu Lama 

ada kalanya pemilik motor memanasi mesin yang sampai setegah jam bahkan lebih. Perlakuan ini juga termasuk perlakuan yang salah, memanasi mesin dalam waktu lama adalah hal yang sangat mubazir dan hanya memboroskan bahan bakar saja bro sist, karena semaki lama memanasi motor, semakin banyak pula bahan bakar yang terbuang. Sebenarnya kita cukup melakukan pemanasan terhadap mesin sekitar 1-2 menit saja, atau paling lama 5 menit.

5. Membuka Gas Terlalu Besar Saat Menstarter Motor   

hal seperti ini sebenarnya tak perlu dilakukan, karena hanya membuat mesin susah bangun karena campuran yang tidak stabil. Yaitu karena udara banyak sedangkan bensin sedikit. 

6. Anti Menggunakan Rem Depan, dan Hanya Menggunakan Rem Belakang 

 Piranti rem merupakan komponen yang paling vital untuk menunjang keselamatan pada sepeda motor. Kadang, ada biker yang anti atau jarang menggunakan rem depan. Hanya menggunakan salah satu rem ( depan/belakang) untuk menghentikan laju motor sebenarnya dapat mengakibatkan ketidak stabilan pada kendaraan tersebut. Dan pengereman yang benar adalah pengereman yang dilakukan secara bersamaan, atau dapat di porsikan 60% untuk rem depan dan 40% untuk rem belakang.

7. Selalu Menekan Pedal Rem 
Hindari perilaku yang kurang baik ini, pedal rem yang terus terinjak saat motor berjalan mrupakan perilaku yang kurang baik, karena hal itu dapat membuat kinerja mesin menjadi berat, atau leebih parah lagi adalah membuat kampas kopling menjadi cepat aus.

      Mungkin hanya segitu gan tentang berbagai anggapan maupun perilaku yang salah dari pemilik sepeda motor, dan apabila bro n sist ingin menambahkan, silahkan bro n sist tambahkan di kolom komentar..

      Sekian…
      Wassalamualaikum Wr Wb.

22 komentar:

bakulkangkungjpr1.com mengatakan...

POIN NO. 6 PALING GILA...

Anonim mengatakan...

mbanya cantik.. eh.. hahaha

Angga Budi Santoso mengatakan...

Lengkap gan

Zul Ari mengatakan...

lengkap gan

Yogas Erlangga mengatakan...

nice article om...

http://kobayogastea.blogspot.com/2013/09/tes-baby-shiro-z-ala-chef-iwbjozzz.html

Riska Prastyawan mengatakan...

dulu saya juga punya perilaku seperti itu, tp stelah sering baca2 blog, akhirnya sadar juga kalau itu perilaku yg salah

Riska Prastyawan mengatakan...

waduuhhh, nemu di google tuh, aslinya mana tau, hehehe

Riska Prastyawan mengatakan...

makasih bro angga

Riska Prastyawan mengatakan...

makasih bro yogas, masih blum pantes dipanggil om, hehehe

Riska Prastyawan mengatakan...

mantappp bro ari

Riska Prastyawan mengatakan...

mantappp bro ari

kusuma11wijaya mengatakan...

ga ada yang saya lakukan di atas berarti saya sudah adalah rider yang sayang sama jaran wesi.. ehehehehehe

http://kusuma11wijaya.wordpress.com/2013/09/03/penantian-panjang-berujung-bahagia-sang-cheetah-telah-datang/

Riska Prastyawan mengatakan...

horee, selamattt

s4lm486 mengatakan...

bagus artikelnya

panjidananjaya mengatakan...

dulu pernah debat sama aki-aki tentang point enam saya bilang rem depan leboh penting ya silahkan cek kenapa kebanyakan pabrikan pake rem cakram di depan bukan di belakang

http://panjidananjaya.wordpress.com/2013/09/04/road-redememption-kelahiran-kembali-legenda-game-motor-road-rash/#comment-1361

kusuma11wijaya mengatakan...

haha.. terimakasih broo.

http://kusuma11wijaya.wordpress.com/2013/09/05/trio-samsung-galaxy-teranyar-smartphone-galaxy-note-3-tablet-galaxy-note-10-1-smartwatch-galaxy-gear/

Riska Prastyawan mengatakan...

sama sama :)

Riska Prastyawan mengatakan...

makasih gan :) thanks udah berkunjung

Riska Prastyawan mengatakan...

waduhh, sama gan, bapak saya juga gitu

adi mengatakan...

Kalo utk inreyen sendiri.. Msh ada pro dan kontra kayanya gan..
Ada yg bilang masa inreyen harus digeber motornya biar bagus..
Ada yg blg harus pelan2..
Klo ga salah memang ada anjuran dari pabrikan di buku manual utk tidak memacu kendaraan melebihi RPM tertentu dan membawa beban berat saat inreyen.. CMIIW

Riska Prastyawan mengatakan...

kalau saya sih, relatif, kalau baru turun ya naiknya pelan2, nanti kalau sudah 100km'an saya coba main geber.
Hehe

Sirine Polisi mengatakan...

salam kenal
Terima kasih atas infonya,sangat bermanfaat sekali.
Dealer TOA
TOA
TOA Jogja
Dealer TOA
Wireless portable
TOA Jogja
Bel Sekolah Otomatis
TOA Jogja
Bel Sekolah Otomatis
Sirine
Sirine Patwal
Sirine Polisi
Sirine
Strobo
Klakson telolet
Klakson terompet
Batu Permata
Batu Permata Murah
Batu Permata Jogja