Kamis, 15 Mei 2014

Last Riding with Jupiter MX



Tercatat di speedometer Yamaha Jupiter MX CW biru telah menunjukkan angka 56.727 km. Selama itu pula, hampir 6 tahun menemani saya baik suka maupun duka, mulai dari riding malam hari dan siang hari. Tidak banyak jarak tempuh yang saya lalui dalam sekali riding dengan mx ini, jarak terjauh yang pernah saya catat adalah 70km dalam sekali perjalanan, sedikit lebih pendek 20km dari yang saya lalui dengan Yamaha New Vixion Lightning saya yang beberapa minggu lalu telah berusia satu bulan. Terlepas dari motor ini yang memang tidak didesain untuk perjalanan jauh, sebagian besar perjalanan dengan  motor ini saya gunakan sebagai penunjang rutinitas saya setiap minggunya untuk perjalan dari rumah ke sekolah dengan jarak pp nya sekitar 50km (25 km dalam sekali perjalanan), berangkat les, dan aktivitas-aktivitas kecil lainnya. 



Berbagai aksesoris pernah nempel di tubuh MX ini, mulai dari piringan cakram lebar buat rem depan, open filter, hingga aksesoris kecil mulai dari spion, sarung jok, handle, footstep dan cutting scotlite pun pernah nempel pada body mx yang saya beri nama malcoln ini. Tidak ada masalah yang cukup berarti selama 6 tahun saya menggunakan mx ini, bahkan dalam sisi mesin pun belum pernah tersentuh problem, yang ada hanyalah part penunjang yang memang harus diganti karena faktor umur dan habis masa penggunaan yang pernah saya ulas klik disini dan juga disini. Berikut detail berbagai part yang pernah saya ganti selama 6 tahun menggunakan Jupiter mx ini: kampas rem depan ganti 1x, kampas tromol rem belakang 4 kali, kabel sensor kecepatan 1 kali, lampu depan 2 kali, lampu senja 1 kali, gearset+rantai 1 kali, kabel kopling 2 kali, monoshock saya ganti dengan merk YSS dengan alasan monoshock mx bocor. Sedikit sekali terjadi problem maupun kendala selama saya menggunakan mx, yang cukup mengganggu hanyalah getaran pada body karena efek dari mesin mx yang cenderung kasar, lebih kasar daripada vixion yang jauh 50% lebih halus pada setiap rpm, padahal kedua mesin ini memiliki platform yang sama. Sedikit perbandingan,  untuk segi output suara yang dihasilkan, mesin mx terdengar lebih halus bagi orang yang mendengarkannya, namun hal itu berbanding terbalik saat kita merasakan mengendarai keduanya, mesin vixion lebih halus dan cenderung lebih rileks, sejalan dengan jenisnya yang sport touring, vixion memang cenderung lebih nyaman untuk long riding.

saat melakukan pengecekan sebelum pindah tangan


Selama 6 tahun bersama dengan mx, selama 6 tahun itu pula saya mendapatkan pengalaman yang serba baru, Jupiter mx adalah motor pertama saya dimana saya mulai lancar menggunakan sepeda motor, meski bukan motor latihan pertama saya, tapi motor ini merupakan yang pertama bagi saya untuk mengenal  motor bertransmisi manual, atau dalam kalimat jawa yaitu motor koplingan #cmiiw. Ok back to the main idea of paragraph, apa saja pengalaman serba baru dengan mx ini?? Saya merasakan pertama kali sakitnya jatuh dari sepeda motor, pertama kali nabrak bocah, pertama kali menabrak motor (setau saya dulu dalam kecepatan 90km/jam) yang mengakibatkan si mx ini harus menginap di bengkel selama satu minggu. Riding style saya hingga saat ini pun masih terbawa dari kebiasaan riding saya selama menggunakan mx, torsi nampol dari awal rpm mengakibatkan akselerasi yang menghentak membuat saya harus mengurut gas pelan-pelan karena salah membuka gas, motor akan nyendal tanpa toleransi, sangat berbeda ketika berkendara dengan New Vixion yang akselerasinya cenderung liniear mengisi setiap rpm, bahkan mx itu bukanlah motor yang easy to ride untuk pengendara yang baru pertama kali menggunakan mx.



Walaupun banyak yang beranggapan motor ini boros bbm, yaa menurut saya no problemo lah, saya juga belum pernah menggunakan bahkan merasakan motor irit, belum lagi mesin ini identik dengan mesin ngorok seperti saudara jauh beda kasta satu kubikasi yaitu rx king,, yang jelas mengendarai mx itu menimbukan sensasi tersendiri, good acceleration, good perform, and easy modification.

Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, saya harus melepaskan salah satu teman perjalanan saya ini, walaupun itu benda mati, tapi itu seperti sudah saya anggap sebagai bagian dari keluarga saya, sisi lain hidup saya, kegiatan sehari-hari, suka duka dan kenangan abadi yang akan menimbulkan kisah tersendiri  seolah olah mewakili perjalanan hidup saya dan kisah perjalanan yang bisa dia bicarakan. Dengan tidak mengandalkan rasa egois, akhirnya saya melepaskan salah satu teman perjalanan saya karena kedatangan teman perjalanan baru. Good bye my malcoln, kamu akan selalu jadi salah satu bagian dihati, happy with your new owner, see you in the road. Byee :) 

3 komentar:

strobo mengatakan...

trimakasih bang atas informasinya

zaenal saifudin mengatakan...

Om punyaku jupe mx 2007 kok tromol e kalau dibuat prjalanan agak jauh jd bunyi kleteg kleteg, pdahal kampas tak gnti baru, klaker ganti baru, tp kok masih ada gitu? Mohon solusinya donk , makasih...

zaenal saifudin mengatakan...

Om punyaku jupe mx 2007 kok tromol e kalau dibuat prjalanan agak jauh jd bunyi kleteg kleteg, pdahal kampas tak gnti baru, klaker ganti baru, tp kok masih ada gitu? Mohon solusinya donk , makasih...