Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Maret 2014

Amerika Memiliki Hutang 57 Ribu Ton Emas Kepada Indonesia, Jika Terealisasikan Indonesia akan Menjadi Penguasa Dunia

"The Green Hilton Memorial Agreement" di Geneva pada 14 November 1963
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz2X6ZfIyUp_vKS0O4G54-9QjalNeqG7y85aIbeEBeyoqVMTLyqfAdzsbEPRr2n0BD0OT5ahAw0O-c9ZIlJ2nxHTU4D1vZWzg83tqSyyxGqmDc0rp8S4iaXs_nJghrz70zEpUfK2kXopU/s1600/amerika.jpg

Inilah perjanjian yang paling menggemparkan dunia. Inilah perjanjian yang menyebabkan terbunuhnya Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy (JFK) 22 November 1963. Inilah perjanjian yang kemudian menjadi pemicu dijatuhkannya Bung Karno dari kursi kepresidenan oleh jaringan CIA yang menggunakan ambisi Soeharto. Dan inilah perjanjian yang hingga kini tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah umat manusia.

Senin, 02 September 2013

7 Anggapan Yang Salah Dari Pemilik Motor



Assalamualaikum Wr Wb.

Hai bro n sist..

Motor merupakan alat transportasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat di Negara kita bro sist. Dari jutaan pemilik sepeda motor, tentunya ada jutaan pula cara dari mereka untuk merawat kendaraan kesayangannya.
But, ada beberapa kesaamaan anggapan diantara para rider yang mungkin menurut mereka benar, tetapi sebenarnya keliru.

Minggu, 14 Juli 2013

Perbedaan Keadaan Ekonomi yang Sakit Sakitan dari Pemerintahan Soekarno hingga SBY

Hai bro

Kali ini saya akan berbagi tentang Keadaan ekonomi Indonesia yang sakit-sakitan dari Pemerintahan Soekarno hingga pemerintahan SBY

Mohon baca dengan bijak & teliti thread ini. Pada tulisan ini saya gak bermaksud membela presiden A atau memojokan presiden B. Saya hanya akan menguraikan kondisi ekonomi negri tercinta ini dari era Sokarno - SBY.

Mungkin bagi beberapa agan-agan disini ada yang belum tahu, dan saya akan sedikit berbagi disini...

1. Soekarno

Tahun 1965 kondisi ekonomi Indonesia memburuk. APBN morat-marit.
Kesejahteraan masyarakatmemprihatinkan.
Laju inflasi waktu itu mencapai 650%. Artinya jika situasi itu terjadi sekarang, tiba-tiba harga beras yang Rp.8.000/ Kg akan menjadi Rp.52.000/Kg.
Untuk mengatasi krisis, pada bulan Desember 1965 Soekarno mengumumkan kebijakan devaluasi nilai rupiah, yaituRp. 1.000 uang lama menjadi Rp. 1 uang baru. Devaluasi zaman Soekarno tidaklah sama maksudnya dengan wacana redenominasi yang diwacanakan sekarang.

Devaluasi bukan saja nominal uang yang terpotong, tapi nilainya juga. Artinya kalau seseorang memiliki tabungan di bank 1 juta rupiah dan cukup untuk membeli seekor kambing.
Maka setelah devaluasi uang itu tinggal 1000 rupiah. Dan uang yang 1000 rupiah ini,
untuk membeli ayam saja tidak cukup.
Kekacauan menjadi-jadi. Rakyatmengamuk. Bank-bank tutup. Orang kaya tiba-tiba menjadi miskin, golongan menengah menjadi lebih miskin lagi, yang memang sudah miskin menjadi teramat miskin.
Di mana-mana orang depresi dan bunuh diri. Jangankan yang miskin, konglomeratpun bunuh diri. Bos Bank NISP yang sekarang, Karmaka Surjaudaja sebagai salah satu saksi hidup peristiwa ini sekaligus sebagai pelaku. Depresi kemudian mencoba bunuh diri karena kebijakan devaluasi
Soekarno. Minum racun tapi nyawanya masih bisa selamat.
Tidak cukup sampai di sana. Pada bulan Januari 1966 Soekarno mengumumkan kenaikan harga BBM. Sebelumnya, Soekarno sudah 11 kali menaikkan harga BBM. Semua bertujuan untuk menyehatkan fiskal dan menyelamatkan APBN.

Pemuda, pelajar, mahasiswa menggelar aksi besar-besaran. Mereka serentak mengempeskan ban-ban mobil di jalan-jalan seluruh Jakarta. Lalu lintas macet total. Mereka menyerbu Istana Presiden, kantor-kantor kementerian dan lainnya.

2. Soeharto

Orde lama pimpinan Soekarno tamat. Berganti Ode Baru pimpinan Soeharto. APBN tetap sakit-sakitan. Untuk menyehatkannya Soeharto sedikitnya sampai 18 kali menaikkan harga BBM.

Tidak cukup hanya menaikkan BBM. SDA Indonesia di lelang semurah-murahnya. Tambang emas, batu bara, minyak, dll.
Sampai-sampai Soeharto rela hanya mendapat bagian royalti 1% dari tambang emas Freeport. Asal investor mau mengerjakannya.

Naikkan BBM, lelang SDA tidak cukup. Soeharto melangkah lebih jauh lagi. Menumpuk hutang beribu-ribu triliun. Soeharto membuat Indonesia menjadi nasabah empuk bagi IMF, ADB, Bank Dunia, dll. 
Saat itu hutang Indonesia menumpuk sampai 65% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Bandingkan dengan sekarang. Hutang Indonesia hanya tinggal 24% dari PDB.
Pernah di saat masa-masa akhir Orde Baru, Indonesia mencari hutang luar negeri yang begitu besar. Tapi hutang tersebut hanya cukup untuk membayar hutang luar negeri berikut bunganya.
3. Megawati

Selanjutnya era Megawati(Pemerintahan BJ Habibie dan Gusdur kita lewatkan saja karena terlalu singkat).

Di era Megawati APBN tetap sakit-sakitan. Megawati sampai dua kali menaikkan BBM untuk menyehatkannya.
Tidakcukup juga hanya dengan menaikkan BBM. Megawati melelang apa yang bisa
dilelang.

Kekayaan alam seperti ladang gas Tangguh, dilelang ke China hanya denga harga USD 3/mmbtu yang seharusnya USD 16/mmbtu (kerugian negara ditaksir 30 triliun/tahun).

Aset-aset negara dilelang. Indosat dan kapal tanker, BCA, Bank Danamon, BII, dll
menjadi korban.

  4. SBY

Sekarang kita hidup pada zaman SBY.
Masih sama juga, APBN sakit-sakitan. Kemampuan fiskal pemerintah kembang kempis. Sampai 4 kali SBY menaikkan harga BBM untuk menyelamatkan APBN.

Ternyata masalah kenaikan BBM hanya masalah klasik yang berulang terus menerus sepanjang sejarah Indonesia. Bukan hal yang istimewa. Hanya saja dari fakta-fakta di atas. Nampak cara SBY jauh lebih baik dalam mengatasinya.
Kenaikan BBM tidak perlu ditambah dengan cara ‘merampas’ uang rakyatseperti kebijakan devaluasi ala Soekarno.

Tidak perlu menggadai kekayaan alam dan menambah hutang besar-besaran ala Soeharto.

Tidak perlu menggadai kekayaan alam dan melelang aset ala Megawati.

Dalam hal ini ternyata SBY-lah yang terbaik. Atau kalau keberatan mengatakan yang terbaik, taruhlah SBY bukan yang terburuk diantara presiden-presiden yang sebelumnya.
SBY juga sudah berhasil membuat perekonomian Indonesia lebih kuat. Lebih kuat dari zaman Soeharto apalagi zaman Soekarno.
Ekonomi yang dibangun Soekarno jelas-jelas gagal.
Ekonomi yang dibangun Soeharto ternyata rapuh. Podasinya tidak kuat, bertumpu pada hutang luar negeri dan segelintir konglomerat.

Hanya karena krisis ekonomi Asia 1997, ekonomi yang dibangun Soeharto ambruk. Sedangkan ekonomi yang dibangun SBY sangat kuat dan spektakuler. Dihantamkrisis dunia 2008 yang jauh lebih dahsyat dari krisis Asia 1997, masih bisa bertahan. Bukan saja bertahan tapi tetap tumbuh positif (hanya 3 negara di dunia ini yang berhasil menahan laju pertumbuhan ekonominya setelah krisis 2008, yaitu China, India dan Indonesia). 

Bahkan SBY berhasil membawa Indonesia menjadi negara anggota G-20. Yaitu 20 negara yang menguasai 90% perekonomian dunia.
Singapura dan Malaysia, jangankan masuk G-20, bermimpi saja mereka tidak berani.
Suasembada pangan Soeharto juga semu. Sistem pertanian, perkebunan, dan perikanan yang dibangun Soeharto lemah. Jauh dari standar industri. Maka Indonesia tidak pernah memiliki sawah modern. 
Meski makanan pokok rakyat indonesia adalah nasi. Indonesia tidak pernah memiliki perkebunan buah-buahan bersekala modern. 
Meski Indonesia merupakan negara tropis. Indonesia tidak pernah memiliki tambak garam canggih sekalipun, meski Indonesia memiliki garis pantai yang luar biasa panjang. Yang ada hanya perkebunan- perkebunan modern peninggalan Belanda. Perkebunan yang dibuat atas kepentingan Belanda. Perkebunan teh, karet, kopi, coklat dan sejenisnya.  
Di penghujung zaman SBY inilah kebutuhan rakyat Indonesia yang sebenarnya mulai diperhatikan. Sawah modern dicetak di Kalimantan. Kebun buah-buahan modern digalakkan. Peternakan sapi besar-besaran dengan metode modern mulai dirintis. Tambak garam dipermodern dengan gerakan
membranasi, dan lain-lain.

Apakah SBY presiden yang sudah ideal?

TIDAK!

Masih banyak kekurangan. Terlalu banyak sesuatu yang seharusnya dikerjakan tapi tidak dikerjakan. Pemerataan ekonomi masih menjadi masalah. Tapi saya hanya mengajak kita relistis, tidak tutup mata atas keberhasilan SBY. Tidak menghujat dan menghina SBY secara berlebihan. Seolah-olah SBY setan yang entah datangnya darimana.

Apalagi disaat bersamaan kita menyanjung presiden-presiden masa lalu yang seolah-olah jauh lebih berprestasi.

Sedangkan SBY tidak ada prestasi apa-apanya.

Setiap generasi hidup pada masanya sendiri. 
Soekarno misalnya. Terlihat hebat karena hidup pada zaman perang kemerdekaan. Belum tentu akan hebat jika dia memimpin pada masa sekarang.

Bayangkan, seandainya Soekarno menjadi presiden sekarang. Mungkin Indonesia sudah dibawa bangkrut, terkucil, dan terbelakang seperti Korea Utara dan Venezuela.

Atau sebaliknya. Seandainya SBY hidup pada masa perjuangan kemerdekaan. Mungkin Indonesia membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk merdeka. Dengan sikapnya yang peragu, lamban, penuh pertimbangan, dan sopan santun tingkat tinggi. Akan menjadi kelemahan yang sangat fatal bagi Indonesia saat itu.

Begitu juga Soeharto. Jika dia menjadi presiden pada masa informasi dan teknologi seperti sekarang ini. Mungkin nasibnya akan sama dengan Presiden Tunisia, Mesir, Libya dan diktator-diktator lainnya. Atau paling tidak dia akan membuat Indonesia perang saudara seperti Presiden Suriah,

Bashar al-Assad.

Soekarno mungkin pemimpin terbaik pada zamannya. Begitu juga Soeharto. Silahkan pemimpin yang sekarang dikritisi tapi jangan dihina berlebihan.

Jangan seperti kelakuan sekumpulan “generasi sakit” yaitu para komentator di beberapa jejaring sosial yang hanya bisa mencemooh, menghina dan menghujat.

Biarlah orang tua menyanjung- nyanjung masa lalu. Mereka sudah tua, ingatan mereka lemah, wajar melupakan penderitaan.

Last, Kita generasi muda, hidup pada zaman online. Tidak boleh hanya sekedar mengandalkan ingatan.
Ingatan kadang menipu, ingatan kadang menjebak kita pada romantisme masa lalu.

Tugas kita mencari pemimpin masa depan, tidak baik hidup hanya diisi dongeng-dongeng
kemakmuran masa lalu. Yang sebenarnya hanya perasaan. Tak ubahnya seperti dongeng.

***
referensi: kasabikhtiyar

Selasa, 30 April 2013

Mengenal Berbagai Macam Jenis Karburator pada Motor

Hello Bro Sist

Karburator merupakan bagian dari mesin yang bertugas dalam sistem pengabutan atau memasukan bahan bakar ke dalam silinder. Funsi Karburator yaitu
  1. untuk mengatur udara dan bahan bakar ke dalam ruang bakar
  2. Untuk mencampurkan bahan bakar dan udara 
  3. mengatur pebandingan jumlah bahan bakar yang masuk ke ruang bakar sesuai dengan kecepatan motor.
meskipun saat ini motor-motor karburator nampaknya mulai ditinggalkan oleh pabrikan otomotif roda 2 karena adanya teknologi Injeksi yang lebih minim perawatan dan lebih irit, namun tidak sedikit juga konsumen yang masih menyukai motor ber penyplai bahan bakar karburator dengan alasan kemudahan perawatan, banyak bengkel jalanan yang lebih mengerti tentang karburator, maupun alasan karena motor bermesin karburator mudah untuk dilakukan upgrade performa.

berikut ini saya akan berbagi pengetahuan buat bro dan sist semua tentang berbagai macam jenis karburator.

1.  Karburator PE
PE 28
     PE 24
     PE 28
     PE 38
karakter karburator PE yaitu mempunyai tarikan atas yang oke, namun konsekuensinya mempunyai tarikan bawah yang agak susah untuk didapat.
karbu ini menjadi pilihan nomor satu terutama untuk ajang balap drag misalnya.

2.  Karburator PJ
PJ 38

karakter karbu ini mempunyai skep yang berbentuk oval. sangat cocok untuk konsumen yang menginginkan top speed jozz.

3.  Karburator PWK 28-41 series

     PWK 28 biasa
     PWK 28 sudco
     PWK 35 air stiker
     PWK 41 Pro series
karakteristik :  karbu PWK atau Keihin PWK mempunyai tarikan bawah dan atas yang mumpuni, setting karbu mudah didapat, tetapi main jetnya tidak sama.

4.  Karburator FCR Series

     FCR downdraf
     FCR Vertikal 28, 33, 35
karakteristik : digunakan untuk ajang road race,  FCR horizontal untuk mesin tegak dan FCR vertikal untuk mesin rebah/tidur.

5.  Karburator Mikuni (TM)

     tersedia dari ukuran Mikuni 24 hingga 39.

6.  Karbu Mikuni (TMX) skep oval
     mirip dengan karbu  PWK
     tersedia ukuran 35,38
     TMX 35 SUDCO
     TMX 38 special set completed
     with selenoid SUDCO

Karakteristik TMX
Mikuni seri TMX memiliki skep berbentuk setengah lingkaran, yaang memiliki kelebihan yaitu meningkatkan akselerasi dan powerband yang merata di semua rpmmemiliki skep berbentuk
setengah lingkaran, Cocok utk balapan road race an harian

7.  Karbu Mikuni (TMR)
tersedia ukuran 33, 36, 40

- - - - - - - - - - - - - - - - -
Kritik dan saran
email : radiansblog189@gmail.com
twitter @RisKa_Anfield
Kembali Ke Atas